Home - #bgrkhas - Fakta-Fakta Jalan Raya Puncak Bogor

Fakta-Fakta Jalan Raya Puncak Bogor

Jalan Raya Puncak adalah akses yang menghubungkan Jakarta dengan Cianjur, panjang jalan raya Puncak ± 24 KM. Kawasan puncak berada pada ketinggian 700-1.800 m di atas permukaan laut.  Suhu udaranya yang rata-rata mencapai 14-18 derajat Celcius.

Puncak Jaman Dulu

Sumber: bbi.belajar.kemdikbud.go.id

Bogor, bogohbogor.com - Akhir-akhir ini Jalan Raya Puncak jadi sorotan, karena telah terjadi insiden (22/4/17) kecelakakaan beruntunan tepatnya di tanjakan selarong. Insiden ini terjadi karena bus pariwisata dari arah Puncak menuju Jakarta mengalami rem blong dan menabrak 12 kendaraan. Yang menyebankan banyak korban jiwa, di ataranya 4 orang yang meninggal dunia, dan belasan orang yang luka-luka.

Memang tanjakan selarong sering terjadi kecelakan dan memakan korban. Tapi disini mimin tidak akan membahas tentang kecelakaan beruntun di Jalan Raya Puncak. Kali ini mimin akan memberikan fakta-fakta sejarah tentang jalan raya puncak.

Jalan Raya Pos (Postweg)

Jalan raya Puncak merupakan bagian dari jalan raya pos atau di sebut Postweg pada masa hindia belanda. Di bangun pada masa Gubernur Jendral Hindia Belanda yaitu Herman Willem Daendels (1808 – 1811). Jalan raya Pos yang membentang di sepanjang utara pulau Jawa ini menghubungkan Anyer dan Panarukan (Jawa Timur).

Tujuan

Pembangunan jalan raya Pos bertujuan untuk memudahkan transportasi (termasuk kegiatan Pos : pengiriman pesan/surat) serta dalam rangka mempertahankan Jawa dari serangan Inggris.

Hambatan

Pembangunan jalan raya dari Anyer, Jakarta hingga Bogor tidak menemukan kendala berarti. Tetapi, pembangunan jalan dari Bogor, Cianjur, Bandung, Sumedang hingga Cirebon banyak terkendala oleh pegunungan. Pada tahap ini, Pemerintah Hindia Belanda harus mengutus Kolonel Von Lutzouw dari militer untuk memimpin proyek pembangunan yang besar.

Jalan raya puncak jaman dulu

Sumber: puncakweg

Upah Pekerja

Pemerintah juga menyediakan upah hingga 30.000 ringgit diluar garam dan beras sebagai bahan makanan untuk pekerja. Besarnya upah yang diberikan tergantung dari beratnya medan yang dilalui. Upah terbesar diberikan pada pembangunan jalan raya Puncak (Cisarua hingga Cianjur), yaitu sebesar 10 ringgit per orang per bulan (di jalan lain, upahnya hanya berkisar antara 1 hingga 6 ringgit per orang per bulan). Saking beratnya medan, jumlah pekerja di jalan raya Puncak juga paling banyak, sekitar 400 pekerja didatangkan dari Jawa. Beratnya medan di jalan raya Puncak ini karena keberadaan Gunung Megamendoeng (1880 mdpl, diduga lokasinya di sekitar Puncak Pass) yang harus dilalui jalan raya.

Waktu Tempuh

Sebelum jalan raya Puncak dibangun, menurut Marie-Louise Ten Horn-Van Nispen, perjalanan dari Batavia ke Tjipanas (Jakarta – Cianjur) memerlukan waktu delapan hari. Setelah jalan raya Puncak dibangun, perjalanan dari Batavia ke Tjipanas bisa ditempuh dalam waktu kurang dari satu hari. Meskipun demikian, menurut catatan Walter Kinloch (1853), jalan di Cisarua masih sangat terjal, sehingga membutuhkan bantuan beberapa ekor kerbau untuk menarik kereta kuda.

Banyak Korban Jiwa

Namun, dibalik kisah fantastis pembangunan jalan raya Pos sepanjang hampir 1.000 km dalam waktu sekitar 1 tahun serta besarnya manfaat ekonomi dari pembangunan jalan tersebut, rakyat Indonesia berduka. Selepas Cirebon, pemerintah Hindia Belanda kehabisan dana. Daendels mengumpulkan penguasa pribumi di Semarang. Ia meminta mereka mengerahkan rakyatnya untuk kerja wajib/paksa (heerendiesten) melanjutkan pembangunan jalan hingga Panarukan. Banyak pekerja yang sakit dan meninggal. Konon, jalan Daendels memakan korban sekitar 12.000 jiwa rakyat Indonesia.

 

Komentar

komentar

About ucayy

ucayy
momon di bogohbogor.com
x

Check Also

Vendor Dekorasi Pernikahan

Lagi Nyari Dekorasi Untuk Pernikahan Rustic Decoration Solusinya

Dekorasi Pernikahan di Bogor menjadi topik yang akan saya bahas kali ini. ...